Untuk apa aku terlahir?
This is My Story
"Mataku dengan Keajaiban"
Eps.01
Eps.01
Desember 1991 tanggal 10, di sebuah kampung yang jauh dari kerlap-kerlip kota lahirlah seorang bayi kecil pasangan Budhi dan Noni. Semua orang menantikan kelahiran anak pertama mereka, tak terkecuali Budhi dan Noni. Seperti orang tua lainnya, mereka berharap anak yang lahir akan cantik dan sehat.
Tepat jam 8 malam, bayi yang dinantikan pun lahir. Begitu cantik rupanya, merdu suara tangisnya, lembut kulitnya, lentik jari-jari manisnya. Namun, matanya tidak terbuka.
1 menit, 2 menit, . . 30 menit . . 1 jam. .
Mata kecil itu tetap tidak terbuka.
Nini tak kuasa menahan tangisnya, melihat anak pertamanya itu tidak memiliki mata yang sempurna. Budhi yang dengan setia mendampingi Nini pun hanya bisa mengusap air matanya.
Sontak hati mereka bepadu. Meminta kepada Tuhan untuk membuka mata kecil yang mengatup itu.
"Tuhan, Engkau tahu kami sudah menantikan buah hati kami. Kami tahu setiap hal yang Engkau ciptakan itu baik dan indah, termasuk mata putri kami. Tapi Tuhan, keingingan kami memiliki putri yang bisa melihat dengan baik dengan mata yang indah. Tuhan, tolong beri kami keajaiban-Mu. Amin"
Begitulah isi doa kedua orang tua itu dengan penuh derai air mata.
Ternyata hujan pun ikut bersedih mendengar doa mereka. Semakin deras bunyi air menerpa atap, semakin deras pula air mata itu. Budhi yang seharian menjadi Oemar Bakri pun tertunduk lemas, menatap Noni yang menangis.
Tiba-tiba . . . .
"Taaaaaaaaaaaaaaaaakkk . . ."
Bunyi keras seperti kayu yang patah. Bayi mungil itu menangis kencang dan pertama kalinya mata kecil itu terbuka. Noni bergegas mengambil bayi kecil itu, diciumnya, dan dipeluknya dengan penuh kehangatan.
"Mari kita beri nama bayi kita", kata Budhi.
"Akan kita beri nama apa dia?", jawab Noni sambil tersenyum lebar.
EDP
Komentar
Posting Komentar